Antrean Panjang Pasien di RSUD Lamaddukelleng Sengkang Dikeluhkan

Antrean Panjang Pasien di RSUD Lamaddukelleng Sengkang Dikeluhkan

Tuesday, March 10, 2020

KLIKSULSEL.COM,WAJO - Antrean panjang RSUD Lamaddukelleng Sengkang, Kabupaten Wajo masih akan menjadi tugas mendesak, yang harus dibenahi oleh Direktur RSUD Lamaddukelleng Sengkang yang baru, drg Andi Ela Hafid.

Antrean pasien di RSUD Lamaddukelleng masih saja menjadi keluhan bagi pasien yang akan berobat di poli maupun di rawat inap. Pasalnya, pasien dalam kondisi sakit tak mampu lagi menunggu lama di loket, sistem tekhnologi juga belum mampu memanimalisir membludaknya antrean.

Bukan hanya antrean di loket pendaftaran poli dan rawat inap banyak dikeluhkan, bahkan antrean pasien untuk pengambilan obat di ruang layanan Instalasi Farmasi juga banyak dikeluhkan pasien. Minimnya petugas melayani tak luput dari protes pasien.

Diakui Direktur RSUD Lamaddukelleng  drg Andi Ela Hafid, jika antrean masih saja terjadi, padahal pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Generic Open Source (SIMRS).

Kata drg Andi Ela, pihak SIMRS (pihak ke-3) mengaku jika programnya yang membuat rumit sehingga sudah dilakukan pembenahan. Tapi semua pembenahan memang harus dilakukan secara bertahap, diharapkan pasien bisa bersabar.

Selain antrean yang banyak dikeluhkan pasien di RSUD Lamaddukelleng Sengkang. Yakni loket pendaftaran yang rendah, mengharuskan pemohon menunduk jika bicara dengan petugas. Dan sejumlah alat pendingin diruang-ruang rawat juga banyak yang tak berfungsi dengan baik.

Menurut drg Andi Ela  memang banyak tugas yang harus diselesaikan namun akan secara bertahap seperti sebelumnya, pasien banyak mengeluhkan kebutuhan air bersih. Pihaknya langsung melakukan pembersihan bak dan penambahan air di Enam bak yang ada. 

"Saya juga heran kalau masih ada banyak antrean karena kita sudah rapat dengan pihak SIMRS, tapi semua akan kita benahi demi memberikan pelayanan kepada masyarakat, tapi akan kami lakukan secara bertahap," kata drg Ela Hafid.

TerPopuler