WAJO – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, A. Fakhrul Rijal, terus bergerak mencari solusi atas berbagai persoalan di lingkup kerjanya, khususnya terkait pengelolaan lingkungan.
Pada Jumat malam, 10 April, A. Fakhrul Rijal melakukan silaturahmi sekaligus diskusi bersama Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sultan Tajang, serta Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Fery Saputra Santu, di Bola Pute.
Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan strategis, terutama terkait pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Usai pertemuan, Fakhrul Rijal mengaku mendapatkan banyak masukan penting dari kedua legislator tersebut.
“Dalam diskusi itu, kami sangat terbantu dengan berbagai masukan yang diberikan, khususnya terkait persoalan IPAL pada program MBG,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak awal pelaksanaan program MBG, pihak DLH menghadapi kendala karena belum adanya petunjuk teknis (juknis) yang spesifik dari Badan Gizi Nasional.
“MBG ini adalah program strategis nasional yang harus segera dijalankan. Namun di sisi lain, kami belum memiliki panduan teknis yang jelas, sehingga sempat menimbulkan kebingungan di lapangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fakhrul mengungkapkan bahwa berdasarkan regulasi dari Kementerian Lingkungan Hidup, fasilitas MBG diwajibkan menggunakan sistem IPAL seperti restoran atau dapur yang berbasis bioteknologi atau tangki pengolahan limbah.
Namun, hasil survei DLH menunjukkan banyak pengelola MBG di Wajo yang terkendala penerapan sistem tersebut.
“IPAL jenis itu membutuhkan area yang cukup luas, sementara banyak lokasi MBG tidak memiliki lahan yang memadai,” tambahnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, DLH Wajo berencana mengundang seluruh pengelola MBG di wilayah Kabupaten Wajo untuk duduk bersama mencari solusi terbaik.
“Alhamdulillah, dari hasil diskusi ini kami sudah memiliki gambaran langkah ke depan. Selanjutnya akan kami bahas bersama para pengelola MBG agar ditemukan solusi yang tepat dan sesuai aturan,” tutupnya.
Laporan: Anto

.jpeg)