BELOPA – Asosiasi Welder Luwu Raya (AWLR) mengecam kebijakan PT Davidi yang dinilai tidak transparan dalam proses perekrutan tenaga kerja juru las.
Diduga perusahaan kontraktor tersebut justru lebih banyak mendatangkan tenaga kerja dari luar wilayah ketimbang melakukan koordinasi dan memanfaatkan potensi sumber daya manusia yang ada di Luwu Raya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT Davidi saat ini tengah menangani proyek pembangunan infrastruktur tangki milik PT Masmindo Dwi Area (PT MDA). Perusahaan induk tersebut bergerak di sektor pertambangan emas dan beroperasi di bawah skema Kontrak Karya (KK) Pemerintah Indonesia. Saat ini, PT MDA sedang gencar mengembangkan Proyek Awak Mas yang berlokasi di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Di tengah geliat pembangunan tersebut, muncul kegelisahan mendalam di kalangan masyarakat lokal, khususnya para tenaga kerja ahli pengelasan. Keresahan ini bermula dari kebijakan PT Davidi selaku subkontraktor yang merekrut tenaga kerja dari luar wilayah, tanpa melibatkan atau memberikan kesempatan yang setara kepada warga setempat.
Untuk mencari solusi atas persoalan ini, AWLR secara resmi mengajukan permohonan penyelenggaraan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepada DPRD Kabupaten Luwu. Rencananya, RDP tersebut akan menghadirkan seluruh pihak terkait guna membahas akar masalah dan menemukan titik temu yang menguntungkan semua pihak.
Asgar, salah satu pengurus AWLR yang berkedudukan di Belopa, membenarkan bahwa surat permohonan tersebut telah resmi diserahkan ke sekretariat DPRD Kabupaten Luwu. Ia berharap permohonan ini segera ditindaklanjuti.
“Iya, hari ini surat telah kami serahkan ke DPRD Luwu. Kami berharap RDP dapat segera digelar dan menghadirkan semua pihak, termasuk Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Luwu,” ujar Asgar, Senin (27/4/2026).
Berikut adalah bagian surat aspirasi yang disampaikan AWLR ke DPRD:
Perihal: Keberatan atas Proses Rekrutmen Tenaga Kerja Welder Proyek PT MDA
Sehubungan dengan kegiatan operasional PT Masmindo Dwi Area (PT MDA) di wilayah Kabupaten Luwu yang menunjuk PT Davidi sebagai kontraktor pelaksana, kami dari pengurus dan anggota Asosiasi Welder Luwu Raya menyampaikan keberatan resmi terkait proses perekrutan tenaga kerja juru las, dengan rincian sebagai berikut:
1. Pokok Permasalahan
Berdasarkan data dan informasi yang kami terima di lapangan, PT Davidi selaku kontraktor utama dalam proyek tersebut telah merekrut tenaga kerja welder yang mayoritas berasal dari luar wilayah Luwu Raya. Padahal, sebagian besar anggota asosiasi kami telah memiliki kompetensi yang teruji, sertifikasi resmi, serta pengalaman kerja yang sesuai dan memenuhi standar kebutuhan proyek tersebut.
2. Dampak yang Ditimbulkan
Kebijakan perekrutan tersebut menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain:
- Potensi tenaga kerja lokal yang telah siap pakai dan berkualifikasi menjadi terabaikan;
- Memicu kecemburuan sosial serta menimbulkan keresahan dan ketidakpuasan di kalangan tenaga kerja lokal;
- Langkah tersebut juga dinilai tidak sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat lingkar tambang serta ketentuan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Luwu yang mewajibkan pengutamaan penggunaan tenaga kerja lokal.
3. Tuntutan dan Harapan
Berdasarkan permasalahan di atas, kami memohon dengan hormat kepada DPRD Kabupaten Luwu untuk:
a. Memanggil manajemen PT Davidi dan PT MDA guna meminta klarifikasi dan penjelasan resmi terkait mekanisme serta kriteria perekrutan tenaga kerja;
b. Mendesak PT Davidi agar merevisi kebijakan rekrutmen dan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja welder asal Luwu Raya, selama memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan proyek;
c. Memastikan PT MDA selaku pemberi pekerjaan menjalankan fungsi pengawasan ketat kepada kontraktornya agar mematuhi komitmen penyerapan tenaga kerja lokal;
d. Memfasilitasi penyelenggaraan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan unsur DPRD, PT MDA, PT Davidi, Dinas Tenaga Kerja, dan perwakilan AWLR.
Demikian surat aspirasi ini kami sampaikan. Besar harapan kami agar DPRD Kabupaten Luwu segera menindaklanjuti permohonan ini demi terciptanya keadilan ekonomi dan optimalisasi pemberdayaan sumber daya manusia lokal. Atas perhatian dan kerja sama yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Pengurus Asosiasi Welder Luwu Raya
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada manajemen PT Davidi, PT MDA, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu untuk mendapatkan tanggapan dan penjelasan terkait isu ini. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan secara berkelanjutan.
Laporan: Redaksi

.jpeg)