Sampah Bertumpuk, Dirut RSUD Siwa: Sampah RT Yang Bau
Cari Berita

Sampah Bertumpuk, Dirut RSUD Siwa: Sampah RT Yang Bau

banner 336x280




KLIKSULSEL.COM,WAJO -Kebersihan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siwa terkesan tidak terawat yang mengakibatkan lingkungan terlihat kotor.  Hal tersebut terbukti adanya tumpukan sampah disekitar ruang rawat inap hingga menimbulkan bau tidak sedap.

Tumpukan sampah plastik, sisa makanan hingga kulit durian selain menimbulkan bau menyengat juga mengundang serangga seperti lalat. Akibatnya, lalat yang berasal dari sampah-sampah tersebut banyak beterbangan hingga keruang rawat inap pasien.

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Wajo, Ilham berharap pihak RSUD Siwa dapat lebih memperhatikan persoalan keberhasilan lingkungan. Kata dia, tanpa adanya lingkungan yang bersih, tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

"Kita ketahui bersama jika rumah sakit menjadi tempat berkumpulnya para pasien yang mengidap berbagai macam penyakit, selain itu tentu banyak pengunjung yang datang. Sehingga kebersihan rumah sakit sangat penting dan harus benar-benar dijaga,"ujar Ilham

Lanjut, Ilham menambahkan untuk bisa terus menjaga kebersihan petugas dan tenaga kesehatan rumah sakit memiliki peran penting yang tidak bisa diabaikan, mereka bertindak sebagai pencegah infeksi agar pasien, pengunjung, dan tenaga medis tidak mudah terjangkit infeksi.

"Bukan saja pihak rumah sakit, terkait kebersihan dibutuhkan adanya kerjasama dan kesadaran dari para pengunjung, keluarga pasien untuk tidak membuang sampah sembarangan. Ini menjadi tanggungjawab bersama untuk memperhatikan kesehatan lingkungan, sehingga dapat memberikan pengaruh yang baik bagi pasien yang dirawat,"jelas Ilham, Dosen Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura itu.

Terpisah, Direktur RSUD Siwa drg Armin mengatakan jika sampah yang bertumpuk dan biasanya menimbulkan bau merupakan sampah rumah tangga (RT) yang terlambat diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena hujan yang mengguyur.

"Kalau sampah rumah tangga pak itu yang biasa bau kalau terlambat diangkut karena hujan ke TPA,"ujar drg Armin melalui pesan WhatsAppnya, Rabu 8 Januari 2020.