Narasi Ikatan Kedatuan Luwu dengan Akkarungeng Belawa Alau
Cari Berita

Narasi Ikatan Kedatuan Luwu dengan Akkarungeng Belawa Alau

banner 336x280



KLIKSULSEL.COM,PALOPO - Festival Keraton Nusantara (FKN) ke XIII tahun 2019 dipusatkan di Kota Palopo Sulawesi Selatan (Sulsel) mengangkat tema Pelestarian Nilai Budaya Melalui Sinergitas Pemerintah dan Keraton serta Meningkatkan Kualitas Industri Pariwisata dan Kearifan Lokal.

Kirab FKN diikuti ratusan utusan dari Kerajaan se-Nusantara, khusus iring-iringan kirab dari Akkarungeng/Kerajaan Belawa Alau Kabupaten Wajo, dihadiri
Arung Belawa Alau adalah PYM Andi Bau Gamatta Datu Singke bersama Permaisuri.

Rombongan kirab Akkarungeng Belawa Alau yang dipimpin Andi Bau Irwan Datu Gamatta dan
Andi Bau Erwing Datu Gamatta yang beranggotakan sekitar 200 orang, yakni masing-masing:

1. Paroniang

2. Pakkatenni Bessi Kaleo

3. Pakkatenni cappa bendera

4. Passangian kudara awiseng

5. Lellu

6. Lellu Pampawa Tappi Belawa Alau dan Passolo

7. Passangiang Kudara Saungeng

Narasi tanda ikatan yang kokoh antara Kedatuan Luwu dengan Akkarungeng Belawa Alau dibacakan penuh makna dihadapan PYM La Maradang Mackulau Opu To Bau (Datu Luwu XL) dan Raja Raja Nusantara.

"Kurusumange batara tungke'na luwu. Tune' riyabusungi, riyawana langi E.Ri mene' na tana ,E. Ripangoloni tanra rennunna wija sunge luwu na DatuE ri Belawa Alau,Wija pura sitanroe TonE Belawa Mammuare natarimai mase-mase temmaggangkana DatuE, Napurio mallongi longi sipuppureng lino Salama".

Selengkapnya klik disini

Menurut Brigjen TNI (Purn) Muslimin Akib, FKN bukan hanya sebagai sarana silaturahim Raja, Sultan, Pelingsir pemangku adat, serta Permaisuri namun juga untuk menjalin kesatuan kenegaraan, melalui FKN diharapkan mampu menjadi wahana informasi tentang keberadaan keraton-keraton di Nusantara.

Keberadaan keraton merupakan tapak kehidupan masa lalu yang memiliki keagungan dan harus dipahami masyarakat. Lebih jauh Muslimin Akib, mengatakan penyelenggaraan FKN sebagai sarana memperkenalkan warisan-warisan adat, seni budaya Keraton yang masih dibudayakan keberadaannya, urai .

"Dengan diadakannya acara FKN ini kita mengerti pentingnya mencintai budaya sendiri dan memahami serta menghargai budaya orang lain," kata Brigjen TNI (Purn) Muslimin Akib. (*)