MAKASSAR - Pulau-pulau kecil di Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan, menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut sekaligus mempertahankan penghidupan nelayan skala kecil. Tekanan pasar, kerusakan ekosistem karena penangkapan yang merusak, perubahan iklim, dan keterbatasan akses ekonomi membuat laut kian dieksploitasi, sementara daya dukungnya terus menurun.
Di Pulau Langkai, Lanjukang, dan Bonetambu Kota Makassar, gurita menjadi salah satu komoditas utama yang menopang ekonomi rumah tangga nelayan. Nilai jualnya tinggi dan permintaannya stabil. Namun, intensitas penangkapan yang meningkat dalam dua dekade terakhir mulai memunculkan tanda-tanda tekanan ekologis. Ukuran gurita mengecil, hasil tangkapan fluktuatif, dan nelayan harus melaut lebih jauh.
“Tidak bisa lagi mengandalkan satu titik tangkap. Sebelum kami memulai program yang namanya buka tutup, daerah tangkap lumayan jauh padahal kalau dulu dekat pulau cukup,” kata Erwin RH, nelayan Pulau Langkai di Kota Makassar, Rabu 24/12/2025.
Kondisi ini diperparah oleh perubahan iklim. Musim barat yang semakin panjang membatasi hari melaut nelayan. Dalam situasi tersebut, laut tetap menjadi tumpuan utama karena alternatif mata pencaharian di pulau kecil sangat terbatas.
Di Pulau Langkai, Lanjukang, dan Bonetambu Kota Makassar, gurita menjadi salah satu komoditas utama yang menopang ekonomi rumah tangga nelayan. Nilai jualnya tinggi dan permintaannya stabil. Namun, intensitas penangkapan yang meningkat dalam dua dekade terakhir mulai memunculkan tanda-tanda tekanan ekologis. Ukuran gurita mengecil, hasil tangkapan fluktuatif, dan nelayan harus melaut lebih jauh.
“Tidak bisa lagi mengandalkan satu titik tangkap. Sebelum kami memulai program yang namanya buka tutup, daerah tangkap lumayan jauh padahal kalau dulu dekat pulau cukup,” kata Erwin RH, nelayan Pulau Langkai di Kota Makassar, Rabu 24/12/2025.
Kondisi ini diperparah oleh perubahan iklim. Musim barat yang semakin panjang membatasi hari melaut nelayan. Dalam situasi tersebut, laut tetap menjadi tumpuan utama karena alternatif mata pencaharian di pulau kecil sangat terbatas.

.jpeg)