Iklan

Iklan

Pengeroyokan Pengusaha di Sidrap, Ketua LIPAN: Termasuk Kekerasan dan Monopoli!

Thursday, July 22, 2021 WIB Last Updated 2021-07-22T03:52:02Z


KLIKSULSEL.COM, SIDRAP - Ketua DPK LIPAN Sidrap, Hj. Suharti mengecam dugaan pengeroyokan pengusaha di Kabupaten Sidrap beberapa waktu lalu.


Menurut Hj. Suharti yang akrab disapa Aji Arty, kejadian tersebut termasuk kekerasan dan monopoli serta melanggar Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang dan Jasa.


Naas, kejadian penganiayaan yang dialami Rizal Hamid terjadi di Kompleks Kantor Bupati Sidrap, Rabu (21/7/2021) siang. Kejadian itu langsung direspon oleh Anggota INKINDO dan menelpon Ketua LSM LIPAN Sidrap, Aji Arty.


Aji Arty menyayangkan terjadinya pengeroyokan tersebut karena apa yang dilakukan menurutnya tidak disadari telah mencoreng wajah orang Sidrap. 


"Ini kalau dimasukkan ke ranah hukum akan banyak pasal yang dikenakan hanya karena kepentingan seseorang dalam lelang tersebut," ujarnya.


Aji Arty pun menceritakan kronologisnya sesuai hasil percakapan via telepon selluler dengan Rizal Hamid.


Rizal Hamid menceritakan, penganiayaan yang dia alami saat datang menghadiri undangan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya terhadap seleksi paket Jasa Konsultan Pengawas Kegiatan Kontraktual Penunjang SMP.


Undangan itu diberikan oleh POKJA ULP Kab. Sidrap, dia harus datang ke Ruang Rapat Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap yang terletak di lantai III Kantor Bupati Sidrap.


“Saat hendak naik ke lantai III disitulah dia Rizal Hamid langsung dicegat oleh beberapa orang yang dia tak kenal, salah satu diantara mereka meminta agar dia tidak usah menghadiri undangan tersebut (undangan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya terhadap seleksi paket)," jelasnya.


Namun, menurut Rizal Hamid karena ini undangan Panitia POKJA maka ia harus menghadiri undangan tersebut, dan ia tetap tetap ingin naik ke lantai III, tapi tiba-tiba ada beberapa orang yang memegang tangannya, ada juga diantara mereka langsung memukul dan menendangnya.


Rizal Lanjut menceritakan kronologis kejadianya kepada Ketua LIPAN Sidrap lewa

t WAnya, kurang lebih sepuluh orang yang melakukan penganiayaan dan pemukulan kepada saya, ujar Rizal Hamid sambil mengatakan akibat pemukulan itu ada benjolan di kepalanya.


Rizal Hamid mengaku, tetap ingin menghadiri undangan itu, walau dicegat di tangga naik demi menjaga nama baik perusahaannya.


“Kalau saya tidak hadiri undangan ini, maka perusahaan kami akan di-black list, ini bisa merusak nama baik perusahaan kami,” jelasnya.


Upayanya ingin menghadiri undangan itu pun dilakukan dengan meminta pengawalan pengamanan dengan melapor ke Pos Pengamanan Kantor Bupati Sidrap.


“Namun, petugas Satpol PP yang ada di pos pengamanan mengaku bukan kewenangannya. Setelah, itu ada yang mendatangi saya memaksa saya pulang saja,” bebernya.


“Setelah saya pulang  masih ada juga yang mengejar saya sambil berteriak tidak perlu kamu cari makan di sini, silahkan di tempat lain sambil memukul-mukul mobil saya," tambahnya.


Dan hari itu pun Rizal Hamid tidak sempat menghadiri undangan klarifikasi dan negosiasi, yang ditelah ditentukan POKJA ULP Kabupaten Sidrap.


“Ini merupakan kejadian kekerasan pertama yang dialami konsultan di Sulsel,” tambah Satriya Madjid.


Aji Arty juga menjelaskan bahwa Pihak INKINDO dan Rizal Hamid telah melaporkan kejadian ini, berdasarkan laporan polisi nomor: LP/B/204/VII/2021/SPKT/POLDA SULSEL pada Rabu (21/7/2021) malam, yang ditandatangani Kepala Siaga SPKT III Bripka Jauhary PR. Yaitu, perkara tindak pidana kekerasan terhadap orang yang dilakukan secara bersama-sama.


Menurut Aji Arty seharusnya kekerasan ini tidak perlu terjadi, kalau kita sadar lelang inikan dibuka secara Nasional, dan orang bisa ikut dari mana saja.


"Marilah kita belajar jadi tuan rumah yang baik di kampung sendiri. Ingat rejeki Allah sudah atur semua, rejeki tidak ada yang bisa tertukar walaupun melalui kekerasan," tutupnya.(AF)

Komentar

Tampilkan

  • Pengeroyokan Pengusaha di Sidrap, Ketua LIPAN: Termasuk Kekerasan dan Monopoli!
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan