Dewan Minta Polisi Tindaki Perusak Terumbu Karang di Perairan Wajo

Dewan Minta Polisi Tindaki Perusak Terumbu Karang di Perairan Wajo

Wednesday, December 25, 2019
Ilustrasi terumbu karang (Int)

KLIKSULSEL.COM,WAJO - Anggota DPRD Kabupaten Wajo Elfrianto prihatin dengan Terumbu Karang dipusaran perairan laut kecamatan Pitumpanua dan Kecamatan Keera Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, yang terancam punah karena adanya aktifitas ilegal fhising.

Banyaknya keluhan dari nelayan, dimana banyak oknum yang melakukan ilegal fhising terutama bom ikan, bius ikan dan penggunaan pukat harimau yang bisa merusak terumbu karang, dan otomatis merusak ekosistem ikan, Rabu 25/12/2019.

Menurut Elfrianto, ada masyarakat mengatakan sekarang marak sekali pengebom ikan di teluk Bone tepatnya  Pusung Mirasanga dan Pusung Tellang di Kecamatan Keera dan Pitumpanua Kabupaten Wajo dan pelakunya nelayan dari luar Kabupaten Wajo

"Mohon bantuan Pemerintah dan Aparat Kepolisian untuk melakukan tindakan kongkrit. Pelakunya rata-rata nelayan dari luar Kabupaten Wajo," kata Legislator PAN Wajo itu.

Lanjut Elfrianto mengatakan, para Nelayan bercerita kalau dulu mudah mendapatkan ikan tidak perlu jauh-jauh melaut, tapi sekarang sangat susah karena harus jauh melaut dan membutuhlan biaya BBM yang cukup mahal.

"Sekarang nelayan semakin susah pendapatannya menurun drastis, kasihan mereka mana lagi bahan bakar solar sulit di dapatkan yang pastinya akan membeli solar mahal," kata pria yang karib disapa Kevin itu.

Lebih jauh Kevin mengatakan, sangat dibutuhkan tindakan kongkrit dari Polisi dan Pemerintah. Untuk mencegah dan memberikan efek jerah oknum yang merusak terumbu karang tersebut.

Ditambahkan Kevin, peranan Pemerintah dan Pemerhati terumbu karang untuk Rehabilitasi merupakan langkah konkrit untuk mengembalikan dan memulihan fungsi dari terumbu karang yang telah rusak.

"Salah satu bentuk rehabilitasi terumbu karang adalah transplantasi dan terumbu buatan (artificial reef). Selain itu, perlu ada kelembagaan penunjang untuk menjaga ekosistem terumbu karang," tutupnya.

TerPopuler